About
Aku seorang duda. Larut alir dalam pencarian diri.
Menikah karena saling sayang denganmu sejak SMP, lepaskan keperjakaan dan keperawanan saat SMU, berlibur bersama saat kuliah, kadang tinggal bersama setelah bekerja.
Keluarga mendukung dan akhirnya menggiring untuk menikah.
Tapi sang waktu jualah yang akhirnya mengantarkan kita kepada kejujuran. Kita sudah mati rasa. Tiada lagi cinta. Aku menganggapmu sebagai sobat dan adik. Kamu menempatkanku sebagai sahabat dan kakak.
Dan tibalah ujung itu. Setelah kita bisa saling jujur kemudian kita katakan kepada keluarga dan para almarhum. Mahligai ini harus berakhir demi kebaikan masing-masing pihak. Mereka paham atau tidak itu bukan masalah kita. Perceraian hanya dipahami oleh pelakunya bukan?
Kita tak menyesali itu semua. Dua hal yang kita syukuri adalah kita pernah sama-sama belajar memahami kehidupan dan kita belum punya anak.

Tinggalkan Balasan